Polres Sukabumi Menangkap 4 Pelaku Pengeroyokan Antar Pelajar - Harian Ekspos

Breaking

Post Top Ad

Polres Sukabumi Menangkap 4 Pelaku Pengeroyokan Antar Pelajar


SUKABUMI, (Harian Ekspos) - Polres Sukabumi Kota telah melakukan penangkapan terhadap 4(empat) orang pelaku pengeroyokan antar pelajar pada hari Kamis tanggal 14 Pebruari tahun 2019, ke empat pelajar berasal dari SMK,Bina teknik,dan SMK Pasundan.jumat 1/3/2019.

Menurut Kapolsek Gunung Guruh Kompol Wahyudi melakukan Konperensi pers di SMK Pasundan ini,terkait dengan ada nya tawuran yang ada di jalan Pelabuhan II depan pabrik semen Jawa/SCG,di wilayah Hukum Polsek Gunung Guruh,dan ini terjadi pada tanggal 14/2/2019,pada jam 15,30.wib, para pelaku pulang Sekolah menuju arah pulang pelabuhan ratu.

Alhamdulillah tawuran bisa di bubarkan karena di depan pabrik semen Jawa ada yang Patroli,  tidak ada korban yang berat namun dari kejadian itu ada korban luka yang di akibatkan sabetan senjata tajam, sedang kan pelaku yang diamankan dari SMK Bina teknik 3 orang berinisial D, (14,tahun) MJ(15 tahun) dan RM(17 tahun) dijerat dengan pasal 170 ayat 2, sedangkan 1 orang yang dari SMK Pasundan berinisial F(19 tahun) dijerat dengan Pasal 351ayat 1 dan semua nya sudah di tetapkan menjadi tersangka, katanya

Barang bukti yang di amankan 2 buah golok  2 buah Celurit serta Gir motor, dan kami menghimbau mudah-mudahan ini kejadian yang terakhir di wilayah hukum Polsek Gunung Guruh dan Polres Sukabumi Kota,
Dengan kejadian ini sangat merugikan kita semua dan buat generasi muda,yang harus kita Bing- Bing, mungkin kedepannya pihak kepolisian dan pihak Sekolah untuk melak sanakan kalaborasi lebih dalam Daan akan meningkatkan kerja sama,supaya bisa mengendalikan para siswa ke arah yang lebih baik.ungkap Kapolsek Gunung Guruh Kompol Wahyudi. 

Ditempat yang sama Kepala Sekolah SMK Pasundan Kota Sukabumi  Mahmud Yunus, mengatakan, sangat menyesal kan anak didiknya terlihat tawuran pelajar yang terjadi pada tanggal 14 Pebruari lalu,pasalnya pelajar yang saat ini sudah di tetapkan menjadi tersangka dan ini merupakan murid kelas XII dan sebentar lagi akan mengikuti Ujian Nasional (UN) dari tanggal 25 maret/28 maret.hal itu di ungkapkan oleh Kepala Sekolah SMK Pasundan Kota Sukabumi, Mahmud Yunus,dalam konferensi pers.

Mahmud mengatakan,pihaknya akan meminta ijin kepada pihak kepolisian untuk meminjam siswanya agar bisa mengikuti kegiatan UN yang akan dilakukan disekolah."kami akan meminjamnya selama dua jam dalam pada masa Ujian Nasional (UN) nanti,karena ujianya berbasis komputer jadi ujiannya harus dilaksanakan di sekolah,"katanya

Mahmud mengungkapkan atas kejadian tersebut pihak sekolah sangat merasa tercoreng, terlebih menurut penyelidikan pihak kepolisian,aksi tersebut merupakan hal yang sudah direncanakan atau ada itikad untuk melakukan tawuran, terbukti dengan ditemukannya beberapa senjata tajam berbagai jenis.

"Oleh karena itu kami akan melakukan rapat dengan dewan guru terkait sangsi yang akan diberikan, karena sudah melanggar poin ke 80 dari 100 poin peraturan sekolah, jika hasilnya diputuskan agar dikeluarkan dari sekolah maka siswa tersebut akan di keluarkan,"pungkasnya.

Reporter: Ois
| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Post Bottom Ad

Pages