Kepala Puskesmas Pacing Bersama Tim nya Sosialisasikan Bahaya Napza dan Bahaya Penyakit TBC - Harian Ekspos

Breaking

Post Top Ad

Kepala Puskesmas Pacing Bersama Tim nya Sosialisasikan Bahaya Napza dan Bahaya Penyakit TBC


KARAWANG, harianekspos.com - Kepala Puskesmas Pacing Sosialisasikan bahaya Napza dan bahaya penyakit TBC bertempat di aula desa Sukamekar kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang.rabu 7/8/2019

Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba dan bahaya penyakit TBC, yang di ikuti seluruh Ketua RT dan RW serta masyarakat,

Dalam sosialisasi tersebut, di jelaskan tentang Narkoba yang merupakan zat-zat alami maupun kimiawi apabila dimasukkan ke dalam tubuh baik secara oral (minum, hirup, hisap, sedot) maupun secara injeksi/suntikan dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan dan perilaku seseorang. Jenis-jenis Narkoba dan cara penanggulangannya.

Kepala Puskesmas Pacing Ucin Supriadi mengawali pembukaan tentang bahaya Napza dan penyakit TBC. Serta di teruskan tim materi maman darlis serta endi suhendi. Dimana di jelaskan tim materi. kuman TBC tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang tulang, usus, atau kelenjar.

Penyakit ini ditularkan melalui udara serta dari percikan ludah yang keluar penderita TBC, ketika berbicara, batuk, atau bersin. Penyakit ini lebih rentan terkena pada seseorang yang kekebalan tubuhnya rendah, misalnya penderita HIV. “Selain menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama, penderita TBC juga akan merasakan beberapa gejala lain, demam, lemas, berat badan menurun, tidak nafsu makan, nyeri dada dan berkeringat di malam hari”, jelasnya.

Tim Puskesmas mengingatkan agar selalu berhati-hati dengan orang yang kena penyaklit TBC, agar tidak terjangkit. “Pencegahan juga dapat di lakukan dengan mengenakan masker, saat berada di tempat ramai, Tutupi mulut saat bersin, batuk, dan tertawa dan Tidak membuang dahak atau meludah sembarangan”, imbuhnya.

Tim Puskesmas juga menambahkan bagi masyarakat yang punya gejala penyakit TBC silahkan datang ke puskesmas Untuk masalah obat geratis.pungkasnya

Jurnalis: Egi maulana
| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Post Bottom Ad

Pages