Akibat Kemarau Wilayah Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang Tidak Bisa Menanam Padi Karena Dilanda Kekeringan - Harian Ekspos

Breaking

Post Top Ad

Akibat Kemarau Wilayah Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang Tidak Bisa Menanam Padi Karena Dilanda Kekeringan



KARAWANG , harianekspos.com -
Musim kemarau saat ini oleh Petani, Kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, di rasa sangat panjang, hal ini berdampak pada areal persawahan yang sulit untuk diolah, akibat kekurangan air.

"Seperti yang di utarakan oleh salah seorang warga Desa Tanjung Mekar, Kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten karawang.jumat 19/09/2019,

Alek saat di temui wartawan Harianekspos.com - Menurut nya musim kemarau saat ini sangat panjang dan berdampak pada areal persawahan yang sulit untuk di olah karena ketiadaan air. Menurut alek biasa nya kalau tahun yang lalu tidak seperti saat ini, walaupun tanah sawah tidak bisa di tanami padi. tapi masih bisa di tanami Palawija karena air di irigasi masih tersedia untuk bercocok tanam (menyiram) kalau sekarang sangat sulit, di karenakan air di irigasi kering, sambil menunjukan ke kali irigasi  yang memang tidak ada air nya,

Di tempat terpisah Kepala Desa Telaga Jaya,  juga  Ketua DPK (Dewan Pimpinan Kecamatan) Naja Nurjaya, S.E Mengatakan. Areal Persawahan di Wilayah Kecamatan pakis yang di landa kekeringan kurang lebih 1000 Hektar, meliputi 4 Desa, Sebagian Desa Tanah Baru kurang Lebih 200 Hektar, Desa Solokan Kurang Lebih 250 Hektar, Desa Tanjung Bungin 300 Hektar, Desa Tanjung Mekar 350 Hektar.ucapnya

Lanjut Naja, saya dan kepala Desa yang lain sudah berusaha mendatangi instansi terkait agar air bisa mencapai ke aliran irigasi Desa Tanjung Mekar namun sampai saat ini belum terealisasi, entah kenapa, musti nya di adakan pengerukan aliran sungai irigasi mulai dari wilayah Desa Tanjung Mekar sampai ke Wilayah Desa Telaga Jaya karena Debit air di Wilayah Desa Segaran, Kecamatan Batujaya yang berbatasan langsung dengan Wilayah Kecamatan Pakis Jaya Air di saluran irigasinya sangat besar dan terkadang limpas sampai ke jalan raya. ungkap kepala Desa Naja,,ia berharap agar pemerintah/Instansi yang terkait bisa memperbaiki pintu-pintu air yang ada, segera memperbaiki saluran irigasi dengan pengerukan sampai Wilayah Desa Tanjung Mekar, agar Warga Masyarakat Di Wilayah 4 Desa tersebut, bisa bercocok tanam padi atau setidaknya menanam palawija, tidak seperti saat ini areal tanah persawahan kering kerontang di biarkan begitu saja,pungkasnya.

jurnalis: Ray
| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Post Bottom Ad

Pages