Desa Sindanggalih sebagai Persinggahan para raja Dipuncak Gunung Piramid Kecamatan Karang Tengah - Harian Ekspos

Breaking

Post Top Ad

Desa Sindanggalih sebagai Persinggahan para raja Dipuncak Gunung Piramid Kecamatan Karang Tengah




GARUT, harianekspos.com - mengingat desa Sindanggalih kecamatan karangtengah Kabupaten Garut. memliki arti sejarah kerajan Sunda Pajajaran. Kepala desa Sindanggalih Encang jayapraja (Encang Jayapraja merupakan seorang dari cucu jayapraja yang menjadi perintis pembangunan rumah sakit dr selamat garut /RSUD sekarang)

Encang menjelaskan kepada wartawan harian ekspos ketika berkunjung di kantornya. Alhamdulillah selama menjabat dua periode dari 2008 sampai sekarang masih mendapatkan amanah kepala desa sindanggalih.  Menurut sejarah singkatnya; ada 15 kepala desa yang menjadi kepala desa sangojar (sindanggalih sekarang) terdiri dari 9 kepala desa yang telah menjalani pemerintah desa selama masa zaman penjajahan belanda (H.Jaelani, H.abdul hadi/adisastra, wirasingadinata, H.jam-jam mubarok, yudapraja, wira, emon kartadinata, emo kartadinata, wigena).Adapun 6 kepala desa setelah merdeka (purwadinata, madu usri, M.Sarbini, ono hanapi, komas sidiq ranudikarta, H.kamil mulyana). Lanjut encang pertama Pada tahun 1871 waktu pemerintahan dikepalai oleh mas padmadinata (H.jamjam mubarok) kedua desa yang ada dikecamatan nangka pait dahulu yaitu desa sangojar dan desa cikarang disatukan menjadi desa sindanggalih. Kedua pada waktu itu kerajan sunda pajajaran terpecah menjadi 18 kerajan kecil salah satunya (cirebon larang, cirebon girang, sindang barang, sukapura, kidang lumutan, galuh, astana karang, tajuk nasing, sumedang larang, ujung ngumbara, ujung Kidul, kemuning gading, panca kaki, tanjung sangara, sunda kelapa, banten girang, pulosari, dan ujung kulon semua ini memiliki raja-raja yang berkaitan dengan desa sangojar. begitupun ada beberapa peninggalan sejarah yang terdapat di kecamatan nangka pait atau sekarang disebut kecamatan karangtengah,

ditempat kami ada beberapa peninggalan sejarah makam para pendahulu salah satu diantaranya ; ada makam Galuh pakuwon, makam embah kyai mukarob (jaya parkosa), embah terong peot (embah pancar buana), embah santoaan suci maha raja menurut sejarah dimakamkan di kampung sangojar (singkup).

encang meyimpulkan desa sindanggalih kemungkinan besar ada kaitannya dengan kerajan galih pakuwon yaitu kata sindang memiliki arti singgah, dan galih merupakan sebagian nama dari kerajan galih pakuwon, jadi kata sindanggalih mempunyai arti tempat persinggahan para petinggi kerajaan Galuh pakuwon.

Adapun terkait pembangunan didesa Sindanggalih selama 10 tahun bayak pembangunan yang telah selasai sesuai program. Namun ada pembangunan yang paling berkesan bagi saya yaitu pembukan gunung pembangunan 4 jalan baru yang ada diwilayah puncak gunung piramid, bahkan selama kegiatanakan pihak desa mendapatkan juara 1 tingkat desa terbaik dalam segi gotong royong dari provinsi Jawa Barat.jelasnya

Kepala urusan pemerintahan pepen supendi menuturkan desa Sindanggalih berada di puncak gunung piramid bahasa sundanya (gunung asepan), memiliki luas wilayah 535.765 hektare, terdiri dari pemukiman 31.940 hektare, sawah 168.425 hektare, kebun 316.655 hektare, kuburan 4.5 hektare, pekarangan, 16.05 hektare, perkantoran 0.18 hektare. jumlah penduduk 7.274 jiwa, jumlah 4 dusun, 6 Rw dan 31 Rt.

"Lanjut pepen. penduduk desa kami sekarang walaupun ada dipuncak gunung Alhamdulillah warga masyarakat desa kami sekitar 25℅  sudah banyak lulusan perguruan tinggi, sehingga kedepan desa kami menjadi lebih maju sesuai kemajuan teknologi. Pungkasnya






Jurnalis: beni

| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Post Bottom Ad

Pages