Rustia Tenaga Kerja Wanita (TKW) Asal Kabupaten Karawang Di Duga Jadi Korban Perdagangan Manusia - Harian Ekspos

Breaking

Post Top Ad

Rustia Tenaga Kerja Wanita (TKW) Asal Kabupaten Karawang Di Duga Jadi Korban Perdagangan Manusia





KARAWANG, harianekspos.com - 

Viral, terkait Video Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Negara irak asal indonesia dari Kabupaten Karawanvg Provinsi jawabarat, diduga menjadi korban perdagangan manusia." minggu 13/10/2019

Perempuan muda bernama Rustia mengirimkan sebuah video berdurasi 47 detik. dan menyebar  di Media sosial (Medsos)  facebook atau di grup WhatsApp, beberapa hari lalu sempat di heboh kan terkait video Tenaga Kerja Wanita (TKW) di irak asal Indonesia.


 

Rustia diduga menjadi korban perdagangan manusia di Negara Irak.  Pada video tersebut mengungkapkan, “Kepada Bupati Karawang, Cellica Nurrchadiana agar bisa membantu kepulanganya ke Indonesia.

Rustia Warga Dusun Wagir 2 Desa Bengle Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang.Bahkan dalam video tersebut Rustia meminta bantuan  kepada Wartawan agar bisa membantu kepulanganya ke Karawang.

Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrchadiana langsung merespon di akun Instagram resminya, Bupati Karawang langsung memposting Video Rustia beserta surat pemohonan bantuan pemulangan PMI a.n Rustia.

“Izin mengkonfirmasi mengenai seorang warga Karawang  yang meminta bantuan kepada kami, pemerintah melalui video”

Kronologis
1.Terdapat 2 orang warga kami yang di berangkatkan melalui jalur unprosedular. Salah satunya yang bernama Sodari Rustia. Sudah kami laporkan   ke Kementrian Luar Negeri dan BNP2TKI. Dimana Pemda tidak bisa langsung menangani hal tersebut secara langsung.

2.PMI sudah berkomunikasi dengan KJRI Irak dan saat ini  sudah dalam penanganan KJRI.

3.Korban yang satunya baru di proses hari selasa kemarin, karena baru ada pengaduan dari LSM Cianjur.

4.Rustia dan Septiani merupakan orang Karawang namun memiliki pasport di luar Karawang yaitu Sukabumi dan Bekasi. Sehingga di indikasi bahwa jalur yang mereka gunakan ialah ilegal/unprocedular.

Namun demikian Insya Allah kami, Pemda akan membantu pemulangan dengan cara menyediakan tiket pesawat sampai penjemputan di Bandara yang akan kami lakukan setelah adanya upaya koordinasi dengan Kemlu dan KJRI.

Saya mohon doa kepada semua, agar proses untuk kedua saudara kita bisa kembali ke tanah air cepat terselesaikan dan kembali dalam keadaan sehat.
Harapan saya dengan adanya kejadian ini, menjadi alarm penting untuk kita semua agar lebih berhati hati menggunakan jasa/lembaga yang mengimingimingi dan menjajikan sesuatu yang belum tentu bisa di bertanggung jawabkan. Apalagi di lakukan secara ilegal/unprosedular..'pungkasnya





Jurnalis: Egi
| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Post Bottom Ad

Pages