KCD Wilayah V Jabar Membuka Acara Praktek Membatik Di SMKN 1 Kota Sukabumi Dan Perinagti Hari Batik Nasional. 2 Oktober - Harian Ekspos

Breaking

Post Top Ad

KCD Wilayah V Jabar Membuka Acara Praktek Membatik Di SMKN 1 Kota Sukabumi Dan Perinagti Hari Batik Nasional. 2 Oktober






SUKABUMI, harianekspos.com,- Seluruh murid SMKN 1 Kota Sukabumi dari kelas 10 sampai 12, yang jumlahnya hampir ribuan melakukan praktek membatik satu hari penuh dan dapat bimbingan teknis dari pembatik Sukabumi sekaligus memperingati Hari Batik Nasional jatuh pada tanggal 2 Oktober, di Aula SMKN 1 Kota Sukabumi Jl Kabandungan No 90 Kabandungan, Kecamatan Gunungpuyuh, Selasa (02/10/19). 

Acara ini dibuka oleh Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah V Provinsi Jawa Barat serta hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah V Provinsi Jawa Barat Nonong Winarni kepada sejumlah wartawan mengaku sangat terkesan, kagum serta mengapresiasikan kepada penyelenggara dan murid SMKN 1 Kota Sukabumi.

“Kegiatan praktek membatik yang berlangsung satu hari penuh ini, sekaligus memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada hari Selasa tanggal 02 bulan Oktober 2019, tak luput dalam acara kegiatan ini untuk lebih membangun,dan dapat lebih, menciptaan, kreativitas, membatiknya supaya siswa dapat melanjutkan di masyarakat, setelah lulus di sekolah,” katanya.

Menurutnya, batik sudah jadi icon nasional serta dapat dipergunakan, artinya sampai kapanpun icon nasional ini akan terus digunakan pangsa pasar dan peluang bisnis yang bisa menjanjikan.

“Semoga siswa dapat memanfaatkan keahlian membatiknya menjadi peluang ekonomi dan bisnis,” pungkasnya.

  Semèntara itu di waktu yang sama, Kepala Sekola SMKN 1 Kota Sukabumi Saepulrohman Udung menuturkan, seluruh siswa SMKN 1 Kota Sukabumi diberi kesempatan untuk praktek membatik di aula sekolah dengan bimbingan para ahli pembuat batik.

“Sekaligus kami memeperingati Hari Batik Nasional 2 Oktober, serta himbauan juga kepada para siswa dalam kecintaannya jangan hanyah bisa memekai saja batik, harus bisa jadi pembuat batik,” katanya.

“Harapanya siswa harus kreatif serta inovatif dalam perkembangan teknologi dan bisnsis yang global, setelah diberikan dan pelatihan membatik agar dapat dikembangkan nanti setelah siswa di masyarakat,” pungkasnya.


Jurnalis: Iwan
| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Post Bottom Ad

Pages