Peran Aktif TNI AD Sertu Juyono Bagi Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Garut Provinsi Jawab Barat - Harian Ekspos

Breaking

Post Top Ad

Peran Aktif TNI AD Sertu Juyono Bagi Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Garut Provinsi Jawab Barat






GARUT, harianekspos.com - Rd.Achmad Zaki S. H. M. Si  Sebagai Kepala seksi Administrasi keamanan dan ketertiban  lapas garut ditemui di kantornya Jln KH. Hasan Arief Kecamatan Banyuremi Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. menyampaikan kepada wartawan terkait peran serta salah satu anggota TNI AD Koramil 1110 kecamatan Banyuremi, Kodim 0611 Garut bernama Sertu Juyono menjadi pembina terhadap warga binaan (Narapidana) lembaga pemasyarakatan (Lapas) Garut. Selasa, 19/11/2019.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Rd. Achmad Zaki, S.H. M.S.i (Kasi, Adm Kamtib), Suraji A.K.S. (Kasubsi portakib) sebelah kanan, Sertu Juyono (Anggota Koramil Banyuremi) tengah, Asep Supriatna, S.I.P (Kasubsi Kegiatan Kerja), Yunan Suginar (Setaf Keamanan dan Ketertiban) sebelah kiri.

Rd. Achmad merupakan kelahiran garut dari awal kariernya hampir 10 tahun bertugas di dua lapas terakhir di lapas garut memaparkan ; Pertama, Sertu Juyono berkiprah menjadi pembina dilapas garut kurang lebih sudah tiga tahun mulai dari tahun 2016 sampai sekarang, adapun jadwalnya dilaksanakan tiap hari selasa dan hari sabtu setiap pukul 07.30 sampai dengan pukul 10.00 WIB. terkait pembinaan yang diberikan yaitu latihan pisik dan pembinaan mental-spiritual, dan inipun dilakukan secara sukarela. Alhamdulillah dengan adaya pembinaan  yang kontinu warga binaan pun dapat menumbuhkan susana kekeluargaan dan keakraban sesama napi, dilain kesempatan pun suka diadakan sholat berjamaah. Kedua, terkait jumlah petugas lapas berjumlah 96 orang semua pegawai negeri sipil (PNS) , sedangkan warga binaan berjumlah 935 orang semua laki-laki, serta mendapatkan uang makan untuk tiga kali makan sebesar delapan belas ribu rupiah per orang (Rp.18.000). Ketiga, warga binaan yang paling tua ada yang berumur 70. tahun, serta paling dominan berasal dari luar garut (Pindahan dari rutan salemba Jakarta) ada juga dari warga negara asing yaitu Negara Cina, Ingris, dan Mali, serta kasus warga binaan kebanyakan terjerat masalah narkoba, dan pembunuhan. Keempat, bagi keluarga yang berkunjung berkesempatan untuk menemui keluarganya dari hari senin sampai hari sabtu kami berpedoman pada sisi hukum dan ham, Kelima, kami pun berpesan mari saling mengingatkan bagi petugas untuk menanamkan kesabaran ketika menjalankan tugas, sabar bagi keluarga yang berkunjung dan sabar bagi warga binaan dalam menghadapi ketentuan hukum yang dijatuhkan, kamipun tetap merasa bagian dari keluarga lapas. Ujarnya.

Sertu Juyono menjelaskan awalnya untuk menjadi pembina dilapas itu merupakan inisiatif pribadi lalu kordinasi, komunikasi, serta laporan dengan petugas lapas dan kepala lapas berkeinginan untuk membina para narapidana.

Lanjut Juyono itu semua sebagai bentuk perhatian saya sebagai anggota TNI AD terhadap para napi dan keluarganya. Alhamdulilah kurang lebih selama tiga tahun dalam melaksanakan pembinaan terhadap warga lapas ini banyak diketahui orang, bahkan komandan pun sudah tahu akhirnya sekarang sudah menjadi perintah. Akan tapi kita ingat bila ada pangilan mendadak dari komandan kita kembali ke tugas pokok TNI, tegasnya.

Salah satu warga binaan asal salemba Jakarta berinisial JK. menyampaikan ucapan trimakasih kepada petugas lapas dan Pak Juyono anggota TNI AD yang ikut serta membina, menyalami dan memperhatikan kami, mungkin baru dilapas garut anggota TNI bisa membina seakrab ini. Bagi kami Itu semua menjadi kebanggan dan dapat mendorong motivasi untuk hidup lebih baik setelah keluar dari sini, Ucapnya.

Camat Banyuremi Drs. H. Nurroddin, M. S.i memberikan Apresiasi yang mendalam terhadap Sertu Juyono selain bertugas menjadi Babinsa Desa Sukasenang serta tidak juga melupakan desa-desa lain yang dibantunya terutama kiprahnya dibidang sosial kemasyarakatan salah satu diantaranya; 1.Pembangunan Mesjid di kampung cibalong,  2.Beberapa pembangunan Rumah tidak layak huni di kecamatan Banyuremi, 3.Santunan bagi warga tidak mampu, 4.Membantu anak SMA N 25 yang mau putus sekolah untuk membebaskan biaya, 5.Menjadi bagian penyelenggara hitanan masal dilapas, 6.Memberi pembinaan pembekalan terhadap para narapidana baik latihan pisik dan pembinaan mental. Semoga kiprah Pak Juyono ini menjadi teladan dan menjadi anggota TNI AD terbaik. Pungkasnya








Jurnalis: Beni Nugraha
| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Post Bottom Ad

Pages