Sosialisasi Budidaya Magot BSF Sebagai Penopang Ekonomi Peternak dan Petani Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat - Harian Ekspos

Breaking

Post Top Ad

Sosialisasi Budidaya Magot BSF Sebagai Penopang Ekonomi Peternak dan Petani Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat







GARUT, harianekspos.com - Sosialisasi budidaya Magot BSF  betempat di halaman mesjid Al-Ikhlas kampung cibunuang Rt.02/09 Desa Bagendit Kecamatan Banyuremi Kabupaten Garut,

Penasehat Forsspawa (forum silaturahmi sukawening pangatikan wanaraja) Kabupaten Garut Parwoto menyampaikan kepada wartawan terkait budidaya Magot BSF dengan kata lain "Lalat BSF (lalat tidak menularkan penyakit) atau belatung pengurai sampah " dapat menopang ekonomi peternak dan petani, Jum'at 22/11/2019.

Dengan adanya budidaya magot akan banyak manfaat bagi masyarakat baik untuk para peternak unggas, petani dan warga masyarakat yang ingin berusaha menambah penghasilan dengan  memelihara Magot BSF, selain dari pada itu budidaya Magot BSF juga dapat menjadi solusi bagi lingkungan untuk membersihkan sampah organik pasar, seperti sampah buah-buahan yang busuk, sayuran, atau sisa-sisa makanan dapur. Alhamdulillah kamipun sebagai Forsspawa sudah berjalan selama 3 tahun khusus di kecamatan Pangatikan, Wanaraja, Sukawening, bahkan pihak pemerintah kecamatan pangatikan pun sudah berkunjung, Ucapnya.

Devisi pemberdayaan Forssawa Agus Nurjaman  terkait hasil dari budidaya Magot BSF dari tiap desa kami siap menerima berapa pun jumlahnya untuk dibeli kembali bila sudah panen. Karena Magot BSF itu sediri untuk dijadikan pakan ternak unggas bisa secara langsung atau diproduksi menjadi bahan pakan lain, tuturnya.

Sekertaris Forsspawa Yudiansyah menyampaikan Terkait sampah organik yang diperlukan untuk pakan Magot BSF yang kami budidayakan tiap dua hari sekali mengakut sampah sekitar 2 Ton berasal dari pasar wanaraja, sukawening dan pasar ciawitali garut. Alhamdulillah selama ini pihak pemerintah pun sangat mendukung terhadap kegiatan ini, tidak lupa juga kami berharap semua pihak membantunya  baik pengelola pasar, ataupun pedagang sayuran dan buah-buahan dapat membantu mengkhususkan pembuangannya. sehingga dengan adanya pemilihan sampah organik ini dapat membantu kami yang ikut serta budidaya Magot BSF dalam hal  pencarian pemberian pakan. Semoga kifarah kita semua akan membawa manfaat untuk masyarakat Kabupaten Garut kepada yang lebih baik, Ujarnya.

Aggota Forssawa Ajat Sudrajat menyampaikan Terkait susunan Forsspawa Kabupaten garut yaitu; Kapten Supriatna Toni Saputra (Pembina), Parwanto (Penasehat), Adita Budi (Ketua), A. Rijal (Wakil Ketua), Yudiansyah (Sekertaris), Ramdan Koswara (Bendahara),  Agus Nurjaman (Devisi pemberdayaan). Adapun Dalam acara sosialisasi budidaya Magot BSF ini turut hadir 40 orang perwakilan warga masyarakat Rw. 09 Kampung cibunuang desa bagendit, dan hadir juga dari berbagai perwakilan pemerintah desa Bagendit, desa Binakarya, dan desa Banyuremi. Semoga dengan adanya sosialisasi pertama ini kedepan bisa membawa manfaat untuk kecamatan Banyuremi, InsyaAllah kami pun kedapan siap mengadakan sosialisasi ketiap tingkat desa, pungkasnya. 



Jurnalis: Beni
| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Post Bottom Ad

Pages