Pelatihan Manejemen Kader Posyandu Pencegahan Stunting Pada Anak Balita Desa Bagendit Kecamatan Banyuremi Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat - Harian Ekspos

Breaking News

Post Top Ad

Pelatihan Manejemen Kader Posyandu Pencegahan Stunting Pada Anak Balita Desa Bagendit Kecamatan Banyuremi Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat







GARUT, harianekspos.com - Dalam rangka pencegahan stunting pada bayi sampai umur lima tahun menjadi perhatian dan tanggung jawab pemerintah pusat maupun daerah khususnya dibidang kesehatan. Senin, 02/12/2019.

Pelatihan manejemen bagi para kader posyandu dilaksanakan di aula desa Bagendit Kecamatan Banyuremi Kabupaten Garut. dr. Khestin Kemala Dewi menyampaikan peran serta kader posyandu sebagai kepanjangan puskesmas yang bertugas ikut serta meningkatkan ketrampilan mulai dari penimbangan, pengukuran tinggi badan, mensosialisaikan, mendata dan melaporkan anak Balita yang terdeteksi sejak dini gejala stunting pada puskesmas terdekat.

Menurutnya Ada tiga kategori penilaian bagi anak yang kena stunting (giji buruk) ; 1. Bagian tubuh tinggi badan anak tidak sesuai dengan umur pertumbuhannya, 2. Gangguan berat badan tubuh kembang anak tidak normal, 3. Perkembangan kognitif (gangguan otak) tidak normal.     
dr. Khestin berharap dengan adanya pelatihan ini diharapkan para kader posyandu bisa bekerja sesuai tugas dan pungsi dimasyarakat di bidang kesehatan untuk mencatat dan melaporkan kepada pihak puskesmas untuk dilaporkan ke dinas kesehatan kabupaten atau melaporkan kepihak desa bila menemukan balita yang terindikasi stunting untuk minta pertolongan, semua pembiayaan geratis, dan tambahan makan biskuit bergizi, serta program ini merupakan target pemerintah pusat tahun 2020 Indonesia bebas stunting, Ucapnya.

Kader posyandu Reni yang turut serta mengikuti pelatihan manejemen posyandu mengucapkan program pelatihan ini sangat penting karena balita yang bisanya kena stunting atau giji buruk terjadi dilingkungan ekonomi lemah, pola hidup yang tidak bersih, pola makan yang tidak mengandung nutrisi giji yang cukup, oleh karena itu pihak pemerintah harus mendorong dari segi penatan lingkungan yang sehat, dan peningkatan tarap hidup ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat, harapnya.
    
Sekertaris desa Wawan Ramadhan Gozali menambahkan untuk menunjang para kader posyandu desa Bagendit, pihak desa sudah membanguni dua gedung khusus untuk pelayanan masyarakat pertama di Rw 01 kampung parigi dan kedua di Rw. 06 kampung parung. Adapun terkait warga yang terdeteksi stunting sampai saat ini pihak desa belum mendapatkan laporan dari kader pos yandu, tuturnya.

Kepala desa Bagendit Eden Saleh menjelaskan kegiatan pelatihan manajemen terhadap para keder posyandu dan pkk ini merupakan program pemerintah desa Bagendit untuk pembekalan bagi para kader posyandu, sebagai pemataripun kami undang dari pihak puskesmas bagendit, dengan tujuan untuk mendeteksi sejak dini bagi warga Masyarakat bila ada Balita terdeteksi kategori stunting dilingkaungan tiap Rw, terkait anggaran dana desa untuk pencegahan stunting, dan pemberdayaan untuk meningktkan ekonomi masyarakat desa bagendit pemerintah desa akan segera merumuskan dengan ketua BPD, Anggota BPD, LPM dan kemitraan kesehatan untuk tahun anggaran 2020, Pungkasnya.



Jurnalis: Beni

| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Post Bottom Ad

Pages