Sosialisasi PPN 38 UNPAD Terhadap Pasein Patah Tulang RSU D dr Slamet Garut Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. - Harian Ekspos

Breaking News

Post Top Ad

Sosialisasi PPN 38 UNPAD Terhadap Pasein Patah Tulang RSU D dr Slamet Garut Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat.






GARUT, harianekspos.com - Masiswa perawat PPN 38 UNPAD Bandung mensosialisasikan proses penanganan patah tulang yang tepat dan yang dianjurkan kepada semua Pasein patah tulang diruang Marjan Atas RSU D dr Slamat Garut, Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat Senin, 03/02/2020.

Salah satu mahasiswa UNPAD Diana menjelaskan patah tulang dapat menjadi bahaya dan ancaman jika terjadi kerusakan pada area pertumbuhan tulang. Karena pada area ini bisa menyebabkan pertumbuhan tulang yang tidak teratur atau terjadi pemendekan tulang, Ucapnya.

Lanjut diana dari hasil data yang didapatkan diruang Marjan Atas RSUD dr Slamet Garut, akibat salah penaganan patah tulang pada tahun 2019 telah terjadi beberapa kasus, diantaranya; ada sembilan kasus kanker tulang ganas, dua kasus osteocodoma, tujuh kasus STT, dan dua kasus tumor tulang kanker jinak, Imbuhnya. 

Salma menambahkan  ada beberapa proses sederhana cara penaganan bila terjadi patah tulang yang tepat dan yang dianjurkan; Cegah kerusakan lebih lanjut dengan memakai bidai (sejenis papan penyangga) pada bagian tubuh yang tulangnya patah, jika terjadi pendarahan luka pada patah tulang terbuka "tekanlah dengan keras pembuluh darah yang sedang mengeluarkan darah dengan tangan, lalu ikat memakai pembalut atau kain yang bersih agar tidak bayak keluar darah. Selanjutnya antar kepihak puskesmas terdekat atau rumah sakit. Terkait proses penyembuhan bagi Pasein patah tulang sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan yang mengadung protein dan kalsium, Ucapnya. 

Dalam acara tersebut turut hadir kepala ruangan Marjan Atas Hj. Ema Siti Mariam, S. Kep, Ners. Tim I Perawat Primer  A.M Zam-zam, S. Kep. Ners, M. Si, Tim II Perawat Primer Nur Nurjanah, S. Kep. Ners, dan H.Rudy, S.Kep.Ners. Tim Poli Kelinik Orthopedy Andang Maulana, S.Kep.Ners, Aan Anita, S.Kep. Ners, Dadan, S. Kep, Dede, S.Kep. Ners, Gita Laksmi, Serta para mahasiswa Universitas Pajajaran (UNPAD) Bandung. 

Salah seorang pengujung ruang Marjan Atas yang ikut hadir Ujang Iwan menyampaikan dengan adanya penyuluhan mengenai proses penanganan patah tulang sangat bermanfaat sehingga kita bisa tau jenis patah tulang yang sangat berbahaya  atau tidak berbahaya, Ucapnya. 

Jenis patah tulang yang berbahaya yaitu patah tulang terbuka (disertai luka), dan patah tulang biasa patah tulang tertutup (tidak ada luka), semuanya tetap harus mendapatkan perawatan khusus dirumah sakit, itu yang saya ingat ujarnya. 

Beni Nugraha menambahkan selaku korban lakalantas tahun 2005 di Jakarta mengalami patah tulang terbuka bagian kaki kiri Oktober 2005 telah menjalani oprasi dibatu pihak rumah sakit bernama Pak Aang yang ditangani  Pak dr. H. Husodo Dewo. Selama 11 Tahun Alhamdulillah pada tahun 2016 sudah oprasi buka pen oleh dr. H. Husodo Dewo Adi, Sp. OT, Spien yang sekarang menjadi direktur RSU D dr Slamet Garut, Semoga menjadi direktur yang sholeh, karena beliau suka menjalankan puasa senin kamis, serta menjaga amanah sumpah jabatan, Ucapnya. 

Lanjut Beni mengingatkan bagi warga masyarakat yang terkena musibah patah tulang kaki sebaiknya dirawat dirumah sakit untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Alhamdulillah pihak Jasa Raharja dan BPJS kesehatan telah bekerja jasama dengan Rumah Sakit dengan nama "Insiden" untuk menjamin warga masyarakat yang terkena musibah patah tulang. Jangan pernah takut dengan pihak kepolisian dan pihak rumah sakit, semua pihak akan membatu semua warga masyarakat yang berkata jujur apa adanya, bila ada yang mempersulit warga masyarakat atau pasien itu adalah oknum. Pungkasnya.






Jurnalis: Beni
| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Post Bottom Ad

Pages