Puluhan Mahasiswa Mengunjungi Musium Prabusiliwangi DiPondok Pesantren Al-Fath Kota Sukabumi. - Harian Ekspos

Breaking News

Post Top Ad

Puluhan Mahasiswa Mengunjungi Musium Prabusiliwangi DiPondok Pesantren Al-Fath Kota Sukabumi.


SUKABUMI,(Harian Ekspos) -Puluhan mahasiswa pakultas Pertanian Universitas Muhamadiyah ,Kota Sukabumi datangi pondok pesantren Al-Fath,ingin memahami sejarah kepahlawanan dan melihat langsung Musium Prabusiliwangi, di Kelurahan Karang tengah Kecamatan Gunung puyuh Selasa 14/11. 

Pimpinan pondok Pesantren Al-Fath. K,H.Fajar Laksana mengatakan, alhamdulilah hari ini dari Kalangan Mahasiswa Pakultas Pertanian  universitas muhamadiyah,ingin memahami tentang sejarah pahlawan nasional serta tokoh ulama  Besar dari Sukabumi KH,Ahmad Sanusi.dan sakaligus  ingin melihat langsung  Musium Prabu Siliwangi yang ada di  Pondok Pasantren Al-Fath. 

Selain ingin memahami tentang sejarah para tokoh pahlawan  yang ada diSukabumi dan Musium Prabu Siliwangi, sekalian mengenalkan Pencak silat dan Bola api sene pada mereka.dan insya Allah dari mulai bulan ini jadwal yang mau berkunjung ke Pondok Pesantren AL-FATH,sudah padat malahan bukan dari lokalan saja dari negara Eropa,dan Amerika juga akan berkunjung untuk mengenal Musium sejarah Prabu Siliwangi,dan kami juga mendapat surat kunjungan dari pesilat internasional akan datang 10 negara ke sini di bulan Mei tahun depan ucap KH.Fajar Laksana.

Pakulas Pertanian datang ke pesantren AL-FATAH.untuk mengimplementasikan mengenai kepahlawanan dimana 10 Nopember itu adalah hari Pahlawan,dan kebetulan di Sukabumi ini ada seorang pahlawan  nasional KH,Ahmad Sanusi  beliau mempunyai peran penting di BPUPKI.kami keluarga besar pakultas pertanian muhamadiyah mengusulkan kepada pemerintah supaya  KH,Ahmad Sanusi agar segera dinobatkan menjadi tokoh Pahlawan Nasional.paparnyah
Ketika para awak media bertanya tentang Musium Prabu Siliwangi  memang Musium ini banyak peninggalan peninggalan sejarah di jaman dulu  kami dan rekan rekan sangat bangga dengan adanya Musium ini dijaga dan dilestarikan karena kalau tidak ada yang melestarikan anak cucu kita bisa lupa akan sejarah.pungkas kang Bayu.

Liputan (Ois)
| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Post Bottom Ad

Pages