PELAYAN KB DI MASA VANDEMIK COVID-19 TERUS BERJALAN - Harian Ekspos

Breaking News

Post Top Ad

PELAYAN KB DI MASA VANDEMIK COVID-19 TERUS BERJALAN



Bandung- harianekspos.com -
Ketua IBI Jawa Barat Eva Riantini mengamini optimisme Ferry. Eva memastikan lebih dari 19 ribu bidan anggota IBI di Jawa Barat terus memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa pandemi covid-19. Hal ini dilakukan karena peran bidan sangat menentukan keberhasilan program KB. Pelayanan diberikan dengan menerapkan protokol ketat kesehatan untuk mencegah penularan virus. rabu (27/5/2020).

Eva merinci, pelayanan bidan selama masa pandemi menerapkan sejumlah ketentuan. Pertama, jika tidak ada keluhan, maka akseptor IUD atau implan dapat menunda untuk kontrol ke bidan. Kedua, kunjungan ulang akseptor suntik atau pil harus membuat perjanjian dengan bidan melalui telepon atau pesan singkat. Jika tidak memungkinkan mendapatkan pelayanan, untuk sementara peserta KB dapat menggunakan kondom atau melakukan pantang berkala atau senggama terputus.

Ketiga, bidan melakukan pengkajian komprehensif sesuai standar asuhan kebidanan, termasuk informasi yang berkaitan dengan kewaspadaan penularan covid-19. Jika diperlukan, bidan dapat berkomunikasi dan koordinasi dengan RT/RW/Kades atau pimpinan daerah tentang status ibu apakah termasuk dalam isolasi mandiri atau tidak. Keempat, pelayanan KB diberikan sesuai standar dengan tetap menerapkan prinsip pencegahan penularan Covid-19.

“Selama pelayanan, akseptor dan pendamping serta semua tim kesehatan yang bertugas menggunakan masker dan menerapkan prinsip pencegahan penularan covid-19. Laporan yang kami terima dari daerah, teman-teman bidan patuh pada ketentuan ini. Mereka menggunakan alat pelindung diri (APD) selama memberikan pelayanan. Adapun untuk KIE (komunikas, informasi, dan edukasi), konseling kesehatan reproduksi dan KB dapat dilaksanakan secara online,” terang Eva.

Eva menjelaskan, IBI mengeluarkan delapan rekomendasi kepada para bidan praktik mandiri. Pertama, pastikan semua peralatan dan perlengkapan sudah didesinfeksi. Kedua, semua pelayanan dilakukan dengan membuat janji terlebih dahulu melalui telepon atau WA. Ketiga, melakukan pengkajian komprehensif sesuai standar, termasuk informasi yang berkaitan dengan kewaspadaan penularan covid 19. Keempat, bidan  harus menerapkan prosedur pencegahan covid-19, meliputi cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, jaga jarak minimal satu meter, semua pasien pendamping dan  tim kesehatan menggunakan masker, tim kesehatan menggunakan masker medis, kecuali pada APN bidan menggunakan masker N-95.

Kelima, yang bertugas pastikan bidan dan timnya yang bertugas selalu menggunakan APD sesuai dengan standar pelayanan. Tetapkan  cara pemasangan dan pelepasan APD  yang benar. Keenam, jika bidan tidak siap dengan APD  sesuai  kebutuhan dan tidak memungkinkan  untuk memberikan pelayanan, segera lakukan kolaborasi dan merujuk  pasien ke puskesmas atau rumahs sakit. Ketujuh, melakukan skrining terhadap faktor risiko, termasuk risiko infeksi covid-19. Apabila ditemukan  faktor risiko, segera dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit terdekat  sesuai standar. Kedelapan, pelayanan kebidanan pada ibu hamil, ibu bersalin, nifas, BBL serta KB pada masa pandemi covid-19 mengacu pada panduan dari kemenkes, PB POGI, PP IDAI, dan PP IBI.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Kusmana dan Kepala Dinas PPKBP3A Kota Tasikmalaya Nunung Kartini memastikan para petugas lini lapangan terus menjalankan tugasnya selama masa pandemi. Terhadap peserta KB pil, para petugas seperti pos KB dan sub pos KB berkeliling mengantarkan pil. Sementara bagi peserta KB suntik, para petugas membantu peserta KB untuk mendatangi bidan kelurahan maupun bidan praktik mandiri.

“Jawa Barat memiliki 1.300-an penyuluh KB (PKB) dan 2.500-an TPD. Mereka tetap siapa dan terus memberikan pelayanan yang dibutuhkan kepada masyarakat. Dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan covid-19 tentunya,” kata Kusmana.

“Dalam melaksanakan tugas pelayanan, kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan dan IBI. Kami juga terus berkoordinasi dengan petugas lapangan melalui.
| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Post Bottom Ad

Pages