UPT PUPR Laksanakan Pemeliharaan Saluran Irigasi Pertanian, Desa Bagendit Garut Provinsi Jawa Barat - Harian Ekspos

Breaking News

Post Top Ad

UPT PUPR Laksanakan Pemeliharaan Saluran Irigasi Pertanian, Desa Bagendit Garut Provinsi Jawa Barat




GARUT, harianekspos.com - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kecamatan Banyuresmi, laksanakan pemeliharaan saluran irigasi pertanian bertempat di Kampung Rancapari Rt.02/02 Desa Bagendit, dan Kapung Pasir salam, Desa Banyuresmi Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Minggu, 09/08/2020.

Kepala UPT PUPR Kecamatan Banyuresmi, H. Indriayna Rahayu, S.Sos ketika dikomfirmasi menjelaskan terkait pekerjaan irigasi, pekerjaan itu bukan paket pembangunan tetapi Swakelola pemeliharan tanggul atau Tembok Penahan Tanah (TPT) saluran irigasi teknis yang sudah ada dalam Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA), Ucapnya.

Pekerjan itu baru dilaksanakan selama 5 Hari, dikerjakan oleh 5 Orang, panjang pekerjaan 20 m3, semantara ini bahan matrial baru dikirim batu satu dam truk (1.dt), pasir satu dam truk (1.dt) dan semen 20 sak. Mengingat lahan dipagar pemilik lahan untuk penyimpanan bahan matrial secara bertahap. Tuturnya.

Menurutnya pekerjaan yang sedang dilaksanakan itu sebagai perhatian kami (Pihak PUPR) salah satu upaya agar jalan tidak riskan untuk tidak membahayakan bagi pejalan kaki dan pengendara motor.

Adapun tujuan pemeliharaan itu adanya peninggian dan pemerataan dengan jalan untuk kenyamanan pejalan kaki dan pengendara motor yang melewati. 

Begitupun dengan adanya peninggian Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada di sebalahnya nanti, agar tidak terjadi longsor dimusim penghujan yang dapat mengganggu saluran air irigasi. 

Lanjut H. Indriyana dikarenakan luas pertanian hampir 800 Hektare dari 4 Desa; baik Desa Bagendit, Binakarya, Banyuresmi dan Desa Karyasari, semua sawah menggunakan air irigasi. 

Kami berharap, Bagi para petani ikut menunjang atau membatu untuk membersihkan saluran air, baik sampah pelastik, pelapah kelapa yang jatuh, maupun jerami bekas peternak bebek jangan sampai dibiarkan. Bila dipelihara walaupun air kecil, air akan cepat mengalair, Imbunya.

Begitupun kami berharap untuk sama-sama bisa menanam padi, bagi pengelola air irigasi harus adil dan bergiliran karena semua masyarakat petani sangat membutuhkan, untuk mengairi sawah. Ujarnya.

Salah satu pengawas Rudi Rakmat menambahkan pekerjaan yang sedang dilaksanakan memiliki Panjang 20.m3, Lebar 40 Cm, dan Tinggi 70 Cm sampai 1 M. 

Terkait pekerja yang melaksanakan kami melibatkan warga setempat yang sudah biasa bekerja sebagai pekerja bangunan. Pungkasnya. 
(Beni).

| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Post Bottom Ad

Pages