DPD KNPI JABAR BERSAMA DPD KNPI KOTA SUKABUMI MELEPAS PULUHAN TUKIK DI UJUNG GENTENG. - Harian Ekspos

Breaking News

Post Top Ad

DPD KNPI JABAR BERSAMA DPD KNPI KOTA SUKABUMI MELEPAS PULUHAN TUKIK DI UJUNG GENTENG.



Sukabumi, harianekspos.com - 
DPD KNPI Jawa Barat bersama DPD KNPI Kota Sukabumi melepas puluhanTukik di pantai ujung Genteng Kabupaten Sukabumi pada hari Selasa (15/9/2020)

Sekretaris DPD KNPI Jawa Barat Asep Komarudin mengatakan agenda hari ini merupakan sebuah bentuk kepedulian DPD KNPI Terhadap lingkungan khususnya penyu
 Beliau menjelaskan acara pelepasan tukik ini dilakukan sebagai upaya melestarikan populasi penyu agar tidak punah. Selain itu dengan adanya penyu di lautan, akan memberikan dampak yang luar biasa baik untuk keseimbangan lingkungan maupun sebagai peningkatan ekonomi di sektor perikanan.

Asep menambahkan Penyu berperan sebagai penyeimbang ekosistem di laut. Ketika mengarungi lautan dengan jarak tempuh yang amat jauh, penyu menyebar nutrisi melalui kotorannya. Kotoran inilah yang menjadi pupuk atau makanan untuk hewan dan tumbuhan laut lainnya. Selain itu beberapa jenis penyu memakan terumbu karang yang tidak sehat. Terumbu karang ini pun akan menjadi sehat kembali sehingga bisa tumbuh menjadi habitat oleh ikan-ikan.jelasnya.

Selain sebagai penjaga keseimbangan ekosistem, penyu juga bermanfaat untuk menumbuhkan ekonomi di sektor perikanan. Di laut penyu memakan ubur-ubur, dimana ubur-ubur seringkali memangsa anak ikan. Jika saja populasi penyu di laut menurun, maka populasi ubur-ubur akan meningkat. Hal ini akan menyebabkan populasi ubur-ubur yang akan mengancam keberadaan anak-anak ikan dan mengakibatkan ketersediaan ikan bagi nelayan menjadi sedikit. Oleh karena itu keberadaan penyu sangat berdampak baik untuk peningkatan ekonomi sektor perikanan.ungkapnya.

Sejumlah 68 ekor tukik telah dilepas ke laut oleh para pengadopsi. Jenis anak penyu yang dilepas ini adalah Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) yang berumur 2 hari sejak penetasan. Pelepasan sengaja dilakukan menjelang waktu Maghrib karena hari yang mulai gelap merupakan waktu yang tepat untuk tukik memulai perjalanannya dengan harapan tidak banyak predator di malam hari.

Selain itu pelepasan dilakukan secara bergerombol atau bersamaan dengan tujuan untuk mengecoh predator. Pelepasan tukik secara bergerombol akan mengurangi resiko tukik dimangsa oleh predator, karena jika hanya melepas satu atau dua ekor kemungkinan besar tukik tidak akan selamat karena menjadi incaran para predator.

Setelah melepas tukik, tugas kita sebagai manusia belum selesai. Tukik-tukik yang dilepas akan mengarungi lautan selama 25 tahun hingga akhirnya mereka menjadi penyu dewasa dan melakukan pendaratan di pesisir pantai untuk bertelur. Waktu yang cukup lama bagi tukik untuk bisa berkembang biak. Eksistensi hewan ini berada di tangan kita di samping para penyu harus menghadapi berbagai ancaman di depan mereka baik ancaman lingkungan maupun ancaman predator.pungkasnya.

OIS/Hendi.

| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Post Bottom Ad

Pages