Kepala Desa Sukamukti Jamin Kepemilikan Tanah Warga Telah Bersertifikat Untuk Pedestrian Situ Bagendit Gerbang III Garut Jawa Barat




Garut, harianekspos.com - Kepala Desa Sukamukti Dadan Hamdani Menyampaikan sebagai besar kepemilikan tanah yang akan dipergunakan pedestrian (sarana transportasi) yang melintasi di kawasan Situ Bagendit Gerbang III telah bersertifikat.

Itu merupakan hasil dari kerja keras kami tim Pokmas Desa Sukamukti dalam melaksanakan program PTSL 2019 Program Pemerintah Pusat. 

Disampaikan secara tegas pada acara sosialisasi untuk pembebasan lahan warga bertempat di Aula Desa Sukamukti lantai dua Jln. Bagendit No 13. Kecamatan Banyuresmi Garut Jawa Barat, Selasa 24/11/2020

Turut hadir dalam acara sosialisasi pembebasan lahan untuk wilayah Pedestrian Wisata Situ Bagendit Gerbang III Desa Sukamukti;

Camat Banyuresmi H.Jujun Juhana, S.Sos, M.Si, Danramil 1110/Banyuresmi Kapten INF Enjang Santana, Kadis Pariwisata Kab Garut H.Budi Gan Gan Gumilar, SH, M.Si, 

Kabid Pariwisata Bambang Heri Suswanto, S.E, M.Si, Tim Appraisal, Bhabinkantibmas Bripka Saepudin, Babinsa Serda Asep Saepudin dan Pemilik lahan.

Kepala Desa Sukamukti Dadan Hamdani menyampaikan hasil sosialisasi pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk pedestrian oleh pemerintah Kabupaten Garut,

Alhamdulillah pelaksanaan sosialisasi berjalan dengan lancar, masyarakat paham bahwa harus ada proses yang dilalui,

Terutama dari segi pengumpulan berkas administrasi yang akan dikumpulkan oleh pihak Pemerintah Daerah, Ucapnya.

"Kami berharap hari ini dan kedepan komunikasi akan terus terbangun karena tidak hanya di hari ini tetapi masih panjang perjalanan pembangunan Situ Bagendit ini"

Kami berharap tim Appraisal (Penaksir Harga) nanti dalam menentukan kewajaran dari harga dapat melihat dari berbagai aspek.

Terutama kondisi saat ini di mana tanah sekitaran Situ Bagendit harganya sudah jauh melebihi batas kewajaran. Ujarnya

Karena ekspektasi (keyakinan yang diharapkan) masyarakat ketika kawasan ini akan dibangun tentu saja dari segi ekonomi ini akan meningkat,

dan berimbas kepada tanah-tanah di sekitar Situ Bagendit tentu harganya kan jauh lebih tinggi, Tandasnya.

Mudah-mudahan menjadi pertimbangan dari tim Appraisal (penaksir harga) untuk mentukan harga.

Selain itu di wilayah Desa Sukamukti selain pembebasan untuk pedestrian Jalaur wisata Bagendit, akan dilalui pula oleh jalan tol.

Secara umum semua sudah pada mengerti dan paham, bahwa ketika tanah-tanah dibebaskan untuk jalan tol harganya sudah bukan lagi ganti rugi tetapi sudah menjadi ganti untung, Tuturnya.

Selain itu masyarakat Desa Sukamukti untuk dapat menikmati pembangunan Situ Bagendit serta untuk meningkatkan kesejahteraan,

Karena salah satu dukungan dari masyarakat telah rela melepaskan tanah-tanah disekitar Situ Bagendit untuk dijadikan pedestrian, Imbuhnya.

Dengan harapan mereka terlibat dalam pembangunan maupun dapat menikmati hasil dari pembangunan.

Oleh karena itu tim Appraisal dapat mengapresiasi ketulusan dan keikhlasan masyarakat untuk melepaskan tanah-tanah milik mereka untuk dijadikan pedestrian disekeliling Situ Bagendit,

Adapun jumlah pemilik lahan yang akan akan terlewati pedestrian meliputi 82 Bidang dari 80 Orang pemilik lahan, yang berbatasan langsung dengan Situ Bagendit.

Alhamdulillah semua tanah warga sudah ada legalitas berbentuk sertifikat, ini lebih memudahkan untuk tim Appraisal dan tim dari kabupaten Garut dari segi administrasi.

Selain itu juga dapat membuat nyaman masyarakat untuk pemilik lahan itu sendiri, Pungkasnya

(Beni)

Post a Comment

0 Comments