Pekerjaan Normalisasi Wilayah Desa Pasirjaya Kini Di Lanjutkan Setelah Ada Kesepakatan Dari Para Petani, - Harian Ekspos

Breaking News

Post Top Ad

Pekerjaan Normalisasi Wilayah Desa Pasirjaya Kini Di Lanjutkan Setelah Ada Kesepakatan Dari Para Petani,




KARAWANG, harianekspos.com – Setelah kisruh pekerjaan Normalisasi Kali Asin Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, kini mendapat  kesepakatan dengan jalan musyawarah. setelah sebelumnya ada beberapa pihak yang merasa dirugikan. dengan adanya pekerjaan normalisasi tersebut. Senin 31/5/2021

Pasalnya menurut pihak yang merasa dirugikan dikarenakan pelebaran normalisasi menjadikan areal sawahnya hingga berkurang, tapi dengan adanya jalan musyawarah kekisruhan kini akhirnya mendapatkan kesepakatan kalau pekerjaan normalisasi bisa kembali dilakukan dan itu setelah usai mediasi dengan para petani lainnya yang menginginkan normalisasi itu tetap dilaksanakan.

Menurut H.Kasum atau Kentung sebagai pelaksana pekerjaan normalisasi, dengan adanya jalan musyawarah pasti mendapatkan ada titik temunya. Kesepakatan para petani di sambut baik sehingga pekerjaan normalisasi akan terus dilaksanakan hingga selesai.

Dalam Musyawarah tersebut turut hadir masing-masing pemberi dan penerima kuasa untuk melakukan mediasi agar kesepakatan saling menguntungkan dan tidak ada yang di rugikan.

Penerima kuasa dari petani yang di rugikan menguasakan pada LBH Baru Terang dengan diwakili Kang Endang .S.H, Untuk memediasikan jalannya musyawarah agar proyek normalisasi bisa berjalan tanpa ada yang dirugikan sesuai keinginan pemberi kuasa.

Turut hadir dalam mediasi pemerintah desa, Kapolsek, Danramil, juga pelaksana proyek normalisasi dari komunitas Kagok Edan yaitu H. Kasum atau dikenal dengan sapaan Kentung dan didampingi sekjennya Caung serta beberapa awak media yang menyaksikan.

Meskipun dalam proses mediasi sangat alot, Akhirnya pada Pukul 14:00 WIB para pihak sepakat pekerjaan normalisasi bisa diberikan tanpa adanya perselisihan setelah salah satu tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama memberikan pengertian yang bisa berlegowo memberikan tanahnya jika terkeruk beko,karena menurutnya,“ Ini untuk kepentingan bersama dan semoga menjadi ladang amal dan pahalanya bisa mengalir seperti air yang mengalir selama air itu berjalan di tempatnya,“ ungkapnya.

” Kami meminta waktu scorsing 20 menit untuk berpikir dan bermusyawarah dengan kang Endang sebagai penerima kuasa dari LBH Baru Terang akhirnya pihak yang dirugikan sepakat memberikan tanah sawahnya yang terkeruk tanpa harus diurug lagi,” tutupnya.

(Egi)

| BACA JUGA YANG LAINNYA |

Post Bottom Ad

Pages